trimakasih ya Allah

subhanallah,

hanya kata itu yang dapat saya ucapkan

perhatian, kasih sayang, ketulusan, keihklasan

terlimpah untukku

 

ayah ibu,

dengarkanlah, mungkin, saat ini, belum sepenuhnya aku bisa melukis senyum indah di bibir kalian,

namun ingatlah, kalian sumber inspirasiku,

aku ingin membawa kalian ke dalam kebahagianku, gapai citaku, dengan RestuMU, ALLAH, beserta Ayah dan Ibu <3

unik tapi nyata adanya

Kuli pasar raih gelar pria terjelek di Zimbabwe

 

Reporter : Ardyan Mohamad

Selasa, 19 Juni 2012 11:43:23

William Masvinu, 38, dianugerahi gelar pria terjelek di Zimbabwe. Dia berpose bersama istrinya di sebuah kafe Ibu Kota Harare bulan lalu (29/5). (c) Tsvangirayi Mukwazhi/huffingtonpost.com

21
 

 

Banyak negara menggelar kontes kecantikan, namun tampaknya hanya Zimbabwe yang membuat acara mencari sosok berwajah paling buruk rupa. Hasilnya, William Masvinu asal Kota Epworth, sebelah barat Ibu Kota Harare, dinobatkan sebagai pria terjelek di negara itu.

Surat kabar Huffington Post melaporkan, Selasa (19/6), Masvinu menyisihkan empat pria jelek lainnya dan menggondol hadiah utama sebesar USD 100 atau setara RP 930 ribu. Selain uang, dia bisa menginap semalam di hotel termahal Harare.

Pria 38 tahun ini mengaku bersyukur meski disebut lelaki buruk rupa. “Saya merasa diberkahi. Menjadi jelek bukanlah kutukan, ini karunia Tuhan dan saya bangga,” ujar Masvinu.

Lomba nyeleneh ini digelar sebuah penyelenggara swasta dengan sokongan dana pemerintah. Saat audisi awal tahun ini, panitia menyatakan sedang mencari pria yang wajahnya bisa membuat anak-anak lari ketakutan sekali lihat. Kontes ini sudah diselenggarakan dua kali.

Setelah memenangi kontes ini, Masvinu tidak ingin mengubah gaya hidupnya meski sudah ditawari membintangi iklan. Dia sehari-hari bekerja sebagai kuli di pasar Kota Mbare. “Saya belum memikirkan soal iklan. Setelah menang pun saya masih akan memanggul sayuran di pasar,” kata Masvinu.

Pihak penyelenggara mengaku acara unik ini untuk menarik minat wisatawan pada Zimbabwe. Negara itu amat miskin dengan pengangguran mencapai 94 persen dari total populasi.

Panitia makin jadi sorotan saat mengumumkan pemenang kontes ini bakal membintangi iklan obat pembasmi serangga. Tidak sedikit media di negara itu mengkritik penyelenggara karena mencitrakan kemiskinan dan wajah para peserta sebagai lelucon.

Meski mengaku beberapa hadiah belum diberikan, Masvinu tidak merasa dilecehkan panitia. Dia sudah kenyang pengalaman disebut jelek selama bertahun-tahun.

Pria ini menilai orang sejelek dia pun masih bisa mendapat istri. “Istri saya Alice Chabhanga tidak pernah mempermasalahkan soal fisik. Dia jatuh cinta karena saya baik hati dan humoris, itu sudah menjelaskan semua,” kata pria yang belum dianugerahi momongan ini.

Masvinu boleh dinobatkan sebagai pria terjelek, namun hatinya jelas amat tampan. 

[fas]

 

4 Kisah ajaib…

4 Kisah ajaib manusia bertahan hidup
Reporter : Vincent Asido Panggabean
Senin, 13 Mei 2013 07:30:00
4 Kisah ajaib manusia bertahan hidup
Kategori Dunia
Berita tag terkait Tanah di Majalengka ambles, 500 rumah untuk pengungsi disiapkan Ini penyebab pergerakan tanah di Majalengka

Reshma Begum. straitstimes.com

[Prev]
[Next]

Intro
1
2
3
4

25

1. Reshma selamat setelah 17 hari di bawah reruntuhan

Pada 24 April lalu sebuah kompleks pabrik garmen Rana Plaza di Ibu Kota Dhaka, Bangladesh, runtuh dan menewaskan lebih dari seribu orang. Ketika runtuh, lebih dari tiga ribu pekerja dilaporkan berada di bangunan delapan lantai itu. Sedikitnya 2.437 korban berhasil diselamatkan dan seribu orang lainnya mengalami luka-luka.

Namun, pada Sabtu (11/5) lalu, Reshma Begum (19 tahun) berhasil ditemukan dalam keadaan hidup meski telah terkubur selama 17 hari. Dia menjelaskan, di hari nahas itu dirinya harus berangkat kerja buru-buru sehingga tidak sempat sarapan. Alhasil, dia membawa empat bungkus biskuit, yang akhirnya menjadi penyelamat dirinya.

Reshma akhirnya berhasil dikeluarkan dan saat berada di rumah sakit, dia mengatakan dirinya mampu bertahan hidup dengan memakan biskuit yang dia bawa dan sebotol air untuk 15 hari pertama. Saat bangunan itu runtuh, dia terperangkap di lantai tiga.

subhanallah,, inilah keajaban yang datang kepada Reshma, bisa bertahan hidup hanya dengan memakan biskuit. marilah banyak-banyak bersyukur :D

miris yaa

Polisi Magetan tangkap pegawai Dinas Pendidikan karena nyabu

Reporter : Mohamad Taufik

Kamis, 2 Mei 2013 14:34:15

narkoba. shutterstock

4
 

 

Anggota Polres Magetan, Jawa Timur, menangkap seorang pegawai negeri sipil (PNS) yang bertugas di Dinas Pendidikan setempat karena terbukti mengonsumsi narkoba jenis sabu.

Dikutip dari Antara, Kepala Sub Bagian Humas Polres Magetan Iptu Iin Pelangi, mengatakan pegawai negeri tersebut berinisial AK, warga Desa Bibis, Kecamatan Sukooro, Magetan.

“Tersangka sudah lama menjadi target operasi polisi. Ia ditangkap polisi saat melintas di jalan Desa Mojopurno, Kecamatan Ngariboyo, Magetan,” ujar Iptu Iin kepada wartawan, Kamis (2/5).

Menurut Iptu Iin, tersangka berhasil ditangkap berdasarkan informasi dari masyarakat yang mengetahui jika AK baru saja melakukan transaksi narkoba. Kemudian polisi melakukan penangkapan.

Dari tangan tersangka, polisi berhasil menemukan sabu-sabu seberat 0,5 gram yang disimpan dalam plastik beserta alat isap (bong) dan korek api.

Kepada petugas, Kancil, demikian dia disapa, mengaku sudah mengonsumsi sabu sejak tiga tahun terakhir. Sedangkan sabu yang dibawanya itu baru dibeli dari teman di Malang seharga Rp 500 ribu.

“Polisi masih mengembangkan kasus ini lebih lanjut. Saat ini petugas masih memburu teman tersangka yang menjual sabu itu,” kata Iin.

Tersangka AK akan dijerat pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara minimal empat tahun dan maksimal 12 tahun serta denda minimal Rp 800 juta dan maksimal Rp 8 miliar.

“Hingga kini tersangka masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di mapolres setempat,” kata Iptu Iin.

[mtf]

Mencari Makna H…

Mencari Makna Hidup Yang Benar

Untuk menemukan makna hidup yang benar, maka kita perlu merujuk ke rujukan yang dijamin kebenarannya yang tiada lain adalah Al Quran yang merupakan firman Allah Yang Menghidupkan semua manusia. Tentu saja, Allah Subhaanahu Wa Ta’ala yang paling mengetahui tentang hidup kita termasuk makna hidup kita.

Bolehkan kita mencari makna hidup dibawah bimbingan motivator? Tentu saja boleh, jika motivator tersebut merujuk pula kepada Al Quran dan hadits. Jika rujukannya bukan Al Quran dan Hadits, maka kita perlu memikirkannya lagi.

Adakah kebenaran universal? Ya, tentu saja. Kebenaran universal itu Al Quran sendiri. Hanya saja, ada orang-orang yang tidak mau mengikuti kebenaran Al Quran sehingga membuat “kebenaran baru” yang mereka terima. Ini masalah iman, perbedaan antara orang yang beriman dan tidak. Jika Anda orang yang beriman, tentu Anda akan menerima dengan sepenuh hati bahwa Al Quran adalah sumber kebenaran sejati, bukan yang lain.

Untuk itu, dalam mencari makna hidup, kita harus bertanya: “apa itu hidup menurut Al Quran?”. Silahkan baca dan gali Al Quran. Silahkan meminta bimbingan ulama yang memahami tafsir Al Quran. Silahkan baca tafsir-tafsir Al Quran yang ditulis oleh ulama terpercaya.

Lalu Apa Makna Hidup Menurut Al Quran?

Sekali lagi, Anda bisa mendalami Al Quran untuk menemukan makna hidup yang sebenarnya. Berikut adalah beberapa pemahaman inti tentang makna hidup menurut Al Quran.

Pertama: Hidup Adalah Ibadah
Pada intinya, arti hidup dalam Islam ialah ibadah. Keberadaan kita dunia ini tiada lain hanyalah untuk beribadah kepada Allah. Makna ibadah yang dimaksud tentu saja pengertian ibadah yang benar, bukan berarti hanya shalat, puasa, zakat, dan haji saja, tetapi ibadah dalam setiap aspek kehidupan kita.

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS Adz Dzaariyaat:56)

Kedua: Hidup Adalah Ujian
Allah berfirman dalam QS Al Mulk [67] : 2 yang terjemahnya,

”(ALLAH) yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”

Allah akan menguji manusia melalui hal-hal sebagai berikut sesuai dengan QS Al Baqarah [2]:155-156 sbb,

“dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan, dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.”

Ketiga: Kehidupan di Akhirat Lebih Baik dibanding Kehidupan di Dunia

Dalam QS Ali ‘Imran [3]:14, “ dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).“

QS Adh Dhuha [93]:4, “dan sesungguhnya hari kemudian (akhirat) itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan).”

Keempat: Hidup Adalah Sementara

Dalam QS Al Mu’min [40]:39, Allah berfirman, “Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.“

Dalam QS Al Anbiyaa [21]:35, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya) dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.“

jangan pernah menjadi sombong atas apa yang kita miliki saat ini, ingatlah kita berada di roda kehidupan, kadang di atas kadang di bawah, jika kita sedang di bawah, itulah yang namanya ujian,, jangan pernah lupa pada yang Sang Pencipta. jika kita berada di atas itupun ujian, jangan pernah lupa bahwa apa yang kita miliki ini hanya titipan belaka .. ^_^

asal mula nama Sungai Musi

 

 
 
 
 

ASAL-USUL SUNGAI MUSI

 

 

 
Di daerah Palembang, Sumatera Selatan, terdapat sebuah sungai yang sangat terkenal. Sungai itu terkenal bukan hanya karena terletak di tengah kota. Akan tetapi sungai tersebut menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat Palembang.
Tahukah kamu nama sungai yang dimaksud? Sungai itu bernama sungai Musi.
Ternyata nama sungai itu ada ceritanya, lho! Alkisah menuturkan, pada zaman dahulu ada sekelompok bajak laut dari Cina yang suka mengembara ke daerah yang sangat jauh. Mereka berlayar ke mana pun arah angin membawa mereka. Ketika angin bertiup ke selatan, mereka pun berlayar kea rah selatan, dan seterusnya.
Setelah mereka berlayar menempuh perjalanan yang panjang, sampailah mereka di sebuah sungai yang di dalam peta tidak bernama.
“Sungai tak bernama, Kapitan!” kata salah satu bajak laut.
“Ya, aku tahu. Tapi lihat saja di depan sana pasti kita akan menemukan sesuatu.” Kata Sang Kapitan dengan yakin. Mereka terus bergerak. Lama-lama makin ke hulu. Namun karena kapal yang mereka gunakan terlalu besar, akhirnya mereka menggantikannya dengan perahu yang lebih kecil. Setelah sampai di hulu, mereka pun turun dari kapal menuju darat.
Sang Kapitan dan anak buahnya sangat kagum melihat keramaian sungai yang tak bernama itu. Mereka kagum akan hasil bumi yang melimpah dan kesuburan tanahnya.
“Daerah ini benar-benar mengagumkan. Tanahnya subur. Hasil buminya melimpah.” Kata Sang Kapitan.
“Benar, Kapitan. Kita beruntung sekali dapat sampai di tempat yang subur ini.” Kata salah satu bajak laut dengan wajah yang gembira.
“Tentu kita akan pulang dengan membawa hasil yang sangat banyak, Kapitan.” Kata bajak laut yang lain.
Sang Kapitan menjawab dengan penuh senyum, “Tentu saja, anak buahku.”
Para bajak laut pun mulai mengumpulkan hasil bumi yang mereka temui. Mereka menukarnya dengan hasil yang mereka temui. Mereka menukarnya dengan hasil rampokan yang diperoleh selama ini. Mereka tampak bersemangat mengumpulkan hasil bumi. Ada kelapa sawit, lada, kopi, cokelat, dan lain-lain.
Para bajak laut itu melihat, mengawali, dan membeli hasil bumi kemudian menyimpannya untuk dibawa ke negeri asal.
Setelah dirasa puas, mereka pun pulang ke negeri asal dengan membawa banyak hasil bumi. Para bajak laut itu bermaksud menjual kembali hasil bumi yang mereka peroleh di negerinya. Dengan menjualnya mereka mengharapkan keuntungan yang berlipat ganda.
Para bajak laut itu bermaksud untuk kembali lagi dan menukar hasil bumi dengan hasil rampokannya serta menjualnya kembali.
Dalam perjalanan pulang, Sang Kapitan memberi nama tempat itu dengan Muci. Dalam bahasa Cina, Muci merupakan nama bagi dewi ayam betina yang memberi keberuntungan pada manusia.
“Mengapa dinamakan dengan Muci?” Tanya salah satu bajak laut.
“Bukankah Muci adalah makhluk yang memberi keberuntungan?” Sang Kapitan balik bertanya.
“Lihat daerah ini! Begitu subur tanahnya! Betapa melimpah hasil buminya. Baik dari pertanian maupun perkebunan, juga terdapat tambang di sana. Benar-benar daerah yang kaya. Maka tidak salah jika aku memberi nama daerah ini Muci, bukan?” Tanya Sang Kapitan lagi.
Seluruh anak buahnya mengangguk-angguk sambil tertawa senang. Mereka sependapat dengan nama yang diberikan Sang Kapitan. “Inilah Sungai Muci, sungai yang membawa keberuntungan bagi manusia.” Mereka pulang ke negeri asal dengan hati yang senang karena membawa hasil bumi yang sangat banyak dan bermutu tinggi.
Beberapa tahun kemudian, ketika bajak laut dari negeri Cina kembali, mereka pun menyebut daerah itu dengan Muci. Beratus-ratus tahun kemudian hingga yang kita kenal saat ini, kata Muci pun telah berubah menjadi Musi.
Maka, sungai Muci yang pada awalnya diberi nama oleh seorang Kapitan bajak laut dari negeri Cina, kini telah berubah nama menjadi Sungai Musi. ***
 
Sumber:
Ulin Nikmah, ____, Kumpulan Cerita Rakyat Indonesia Cerita Rakyat Sumatra 2, Jakarta: CV. Sinar Cemerlang Abadi. Hal. 29 – 34.
 

 

 
 
 
 

0 comments:

 

 

Post a Comment

 

 

 

SOCIAL PROFILES

 
 
 
 
 
 

The first people on Long Island were American Indians.The prehistoric Indians of Long Island left no written records.we do not know the names of the Indian tribes or the languages which they spoke.

 
 
 

STATISTIC BLOG

 
 
 

BERITA

<div “=””>
 
 

BACAAN KEKUNAAN

<div “=””>
 
 
 
 

BAHARI NUSANTARA

<div “=””>
 
 
 
 
 
 
 
 

SAHABAT KEKUNAAN

 
 

 

ABOUT KEKUNAAN

Kekinian berawal dari Kekunaan. Sadar menjadi manusia modern berarti sadar akan tempaan kekunaan yang telah berlangsung dalam hidup manusia. Kekunaan muncul dalam segala aspek kehidupan manusia. Menghargai kekunaan berarti mengerti menjadi modern.more about the author…

 
 

BLOG ARCHIVE

 Blog Archive May (12) April (3) February (2) January (10) December (42) November (18) October (40) September (81) August (43) July (203) June (130) May (70) April (5) March (8) 
 
 

BABAD

<div “=””>
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

BANGUNAN KUNA

<div “=””>
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

 

 

 
 
Copyright © 2012 Kekunaan | Powered by Blogger
Design by NewWpThemes | Blogger Theme by Lasantha - Premium Blogger Themes | Desktop in the cloud

 
 
cuaca SURABAYA
19ºC – 24ºC
SURABAYA / Hujan Ringan

banner

  JUMAT, 10 Mei 2013 – 18:44:49

 

 

Lima Lembaga Siap Pantau Pilgub Jawa Timur

Nurul Arifin – Okezone
Jum’at, 10 Mei 2013 17:47 wib

 

SURABAYA - Pemilukada Jawa Timur yang akan dihelat pada 29 Agustus 2013 sepi lembaga pemantau. Hingga saat ini baru terdaftar  lima lembaga pemantau. Lembaga-lembaga tersebut kini sedang memverifikasi KPUD Jatim.
 
Lima lembaga pemantau yang sudah mendaftarkan diri ke KPU Jatim adalah KIPP Surabaya, Lembaga Ujung Aspal Surabaya, Peduli Anak Bangsa, Yayasan FBBI Nganjuk dan Kompertep Nganjuk.
 
Jumlah lembaga pemantau ini relatif lebih sedikit ketimbang Pemilukada 2008. Pada saat itu, terdapat 10 lembaga pemantau Pemilukada. Sementara untuk lima lembaga itu, masih menjalani proses di KPU Jatim.
 
“Mereka dalam proses verifikasi KPU Jatim untuk diketahui berkas serta kelengkapan administrasi sebagai lembaga pemantau,” kata Wakil Ketua KPU Jatim Sayekti Su’indiyah, Jumat (10/5/2013).
 
Mantan Anggota KPU Kabupaten Jombang ini menyebut, salah satu administrasi yang diteliti adalah akreditasi sebagai satu syarat unuk pemantau Pemilukada.
 
Apabila kelengkapan telah dipenuhi maka KPU Jatim akan menerbitkan sertifikat yang memperkenankan untuk pemantauan pilkada Jawa Timur. Sayekti menjamin, KPU tidak akan membatasi ruang gerak lembaga pemantau ini. Hasil dari pemantauan itu tentu akan diserahkan berdasarkan kewenangan lembaga masing-masing.
 
Sementara untuk KPU Jatim tetap berpatokkan dari hasil pengawasan yang dilakukan oleh Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu). “Bawaslu adalah lembaga resmi sehingga KPU berpatokkan pada pada lembaga tersebut. Untuk lembaga pemantau ini tergantung apakah melaporkan ke kita atau tidak,” ujarnya.
 

Berita Selengkapnya Klik di Sini